Sunday, September 29, 2013

Rasa T dan K bila kau in P

Rasa takut dan khuatir
menerjah meluru masuk
bila kau terhidu sendiri bau darah dalam kepala,
sedangkan tiada satu pun mengalir keluar dari hidung
atau mana-mana liang,

Dan rasa takut juga khuatir itu
semakin bertumbuh
bila tangan kau menggigil
kaki kau terpaku,
dingin meresap menyatu bersama tubuh.

Rasa itu makin menyubur bila
segala yang kau lakukan tak cukup
kuat untuk menenangkan.
Malah buat kau loya hampir pitam di hamparan.

Sedang aku bertarung dengan rasa itu,
sering aku sogokkan dengan ayat jitu,
"Serius, jangan susahkan orang lain lagi,"
Kau lebih kuat jika diam sendiri.

Aku tahu,
Kau takut dan khuatir bila kau in pain.
Aku ada... kau tahu aku ada.

p/s : Kepala berdenyut merdu, menulis jadi tranquilizer selain berdoa. 

Thursday, September 26, 2013

Dedikasi basi

Kita harus begini,
kita harus begitu..
Blablabla...masih juga diteruskan leterennya.

Sudah,
apa kataku ada isinya,
apa kataku aku pasti ada gunanya.

Tapi,
jika kau tak sudi..
abaikan kata itu,
abaikan niatku,
bunuh saja akalku.

Kalau sanggup,
bunuh saja ragaku,
jika itu mampu puaskan rentakmu.

Berani kau ludah nista
depan mataku,
tak mengapa,
aku sudah lali,
entah berapa kali hati berbolak balik
antara mahu jadi patung atau jadi diri,

Dan suka untuk aku
jeritkan,
AKU AKAN LAWAN.
bukan untuk sekali
tapi seumur hidup hingga aku MATI.


p/s : setelah sekian lama tidak menulis.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...